Mana hiburanku…gambar..suara untukku
Gambarmu ternyata sesak…. dipenuhi dengan kriminal …zat-zat buatan…pelarut syaraf tubuh…
Itu yang kudapati sehari-hari…
Gambarmu…suaramu…
semarak kemewahan…
foya-foya…pesta pora…
ganti pasangan….berulang-ulang…
Suaramu…semakin hari…menghanyut…
membuat lupa berfikir…lupa bertanya-tanya
hiburanku…menjadi bangunan – bangunan kokoh…
semua untuk dagangan..
hiburanku … berlubang-lubang….
kian hari kian menganga…tak tertampalkan…
Mana hiburan untukku…
semua berubah jadi mahal….tuk’ kudapati
Gambarmu….suaramu….penuh..sesak…
peletak-peletik …plintat-plintut….dengan pantat.
Dimana hiburan untukku…
tuk’ menjawab kegundahanku….
Kematian umat,….bumi…..
jadi hiburan lumrah untukku….
lebih lumrah.. dari nasi….
yang kian hari kian tinggi tuk’ kugapai…
Hiburan untukku adalah ketakutan….
milikku yang hilang…yang akan hilang…
kado untuk anakku…istriku…dan anak cucuku…
ketakutan…kado milikku….dari moyangku…
ditukar….dijadikan dagangan…
dengan materai…dan…
lambang-lambang kebesaran….
Bahkan….pada saat aku tidur…..
mimpi…mimpiku terenggut… tanpa sepengetahuanku…
hiburanmu palsu….membuaiku…. demi dagangan….
dimana hiburan untukku….
Untuk anakku…istriku…dan anak-cucuku.
Karyaku…Kutulis, kukumpulkan…untukmu..untukku…kita berbagi”(Tegil,2003)